Kukirimkan sepotong sajak teruntuk dirimu ; Dinda
lewat angin sore terhunus di antara udaranya
semoga saja dapat terdengar olehmu
dari bisik samar-samarnya.
Setengah mati aku menciptanya
di antara rindu yang mengobrak-abrik perasaan
mehantui jiwa dikala raga tak bisa bertemu
dan hanya bisa diwakilkan oleh sepotong sajak ini.
Selepas sore yang kemudian mendatangkan malam
masih saja ada sajakku yang tercipta untukmu ; Dinda.
Belum berakhir dan tidak habis terucap rinduku
meski waktu-waktu terus memakannya.
Kutitipkan lagi pada angin malam
sajakku yang tercipta teruntuk dirimu
di tengah kekalutan menikmati terpaan kerisaun
yang semoga saja besok segera mereda.

Komentar
Posting Komentar