Aku ada di antara dahan-dahan yang hampir rapuh dihabisi masa. Seandainya waktuku tiba, maka habislah diriku binasa. Tak ada umur abadi yang ku doakan di antara renungan malam.
Bukan lagi aku yang menjadi tempat burung-burung hinggap. Helai-helai daunku jatuh berguguran dinanti tanah. Sedang aku, bukan lagi rindang yang mereka kenal.
Di antara perkara-perkara semesta, aku adalah ciptaan Tuhan yang mudah lapuk. Lagi-lagi aku merenung pada malam yang tak berujung. Berharap aku adalah makhluk yang juga suci di dunia.
Pada gemuruh riuh angin yang menyentuhku dan rintik hujan yang selalu jatuh membasahiku. Benarkah aku hanya akan menjadi ranting-ranting yang kemudian patah ?
Pengharapanku belum habis terucap meminta, sesungguhnya tak sanggup aku menemui kematian. Namun, jika pada akhirnya aku patah, mungkinkah dunia akan sukar melepas kepergianku, sang ranting-ranting rapuh ciptaan-Nya.
Komentar
Posting Komentar