Tuhan memberi kita tawa, yang bisa dinikmati kapan saja Namun, kau menggantinya dengan luka sendiri Kau bilang, tawa mu tidak lagi utuh dan sempurna seperti dulu Mungkinkah dirimu lebih memilih duka dari pada suka Menyudahi dunia dan menyalahkan sang pencipta Sebenarnya siapa yang egois ? Dirimu atau Tuhan ? Sampai engkau sering mengucap "Tuhan mengapa, mengapa ?" "Tuhan, semua salahmu" Terjerat sudah dirimu dalam derita Hidup abadi dalam tangisan Terperenjat dalam kehancuran Kemudian perlahan mati terbunuh oleh diri sendiri
Jadilah bersinar seperti bintangku💫