Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2023

Terbunuh Diri Sendiri

Tuhan memberi kita tawa, yang bisa dinikmati kapan saja Namun, kau menggantinya dengan luka sendiri Kau bilang, tawa mu tidak lagi utuh dan sempurna seperti dulu Mungkinkah dirimu lebih memilih duka dari pada suka Menyudahi dunia dan menyalahkan sang pencipta Sebenarnya siapa yang egois ?  Dirimu atau Tuhan ?  Sampai engkau sering mengucap "Tuhan mengapa, mengapa ?"  "Tuhan, semua salahmu" Terjerat sudah dirimu dalam derita Hidup abadi dalam tangisan  Terperenjat dalam kehancuran Kemudian perlahan mati terbunuh oleh diri sendiri

Diantara Tangisan Pluto

Jauh di alam semesta sana Terdapat bintang paling kecil  Ikut berlarian bersama bintang-bintang lainnya  Cahayanya bisa terang bisa meredup Dulu, dia begitu bahagia di alam semesta Hingga pada akhirnya, dibuang dan dicampakan Dulu, dia yang sering tertawa pada alam semesta Sampai pada akhirnya, menangis dan menderita Dunia mengusirnya untuk pergi Mengutuknya pada kesendirian Mencampakannya dengan kesunyian  Menghapusnya  dalam tulisan sejarah  Selamanya dia akan jauh Tak akan pernah terjangkau Perlahan terlupakan  Bahkan, Meskipun kematiannya datang  "Mungkinkah, Tuhan juga bisa menciptakan kesiasiaan ?" Tanyanya pada semesta

KENANGAN KOTA BOGOR

Sejenak Bogor menjadi pelarian. Bersembunyi dari bayang-bayang kejam dunia. Meski awalnya tak semeyenangkan itu. Tetapi Bogor ternyata mampu mengembalikan tawa kita yang tulus. Tidak benar-benar utuh seperti semula. Namun nyawaku kembali bersama orang-orang yang memiliki tawa yang sama. Rasanya ingin aku abadi disini.  Bogor, kelak tolong berikan aku alasan untuk kembali. Berikan aku pilihan untuk bisa mendatangimu. Sederhana saja inginku untuk bisa bertemu lagi.  Kutitipkan separuh nyawaku disini. Biarlah dia selalu bisa menikmti hujanmu dengan tulus. Sehingga tidak perlu merasa bahwa hujan semenyedihkan itu. Mungkin akan lama waktuku menemui pergi. Kereta untuk menjemputku tiba. Tak harus ada tangis yang menemani. Bogor sudah mengajarkan bagaimana cara kita tertawa lagi.