Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2024

KENANGAN DI KALA SENJA

  Ketika matahari mulai meredup,  senja menari-nari dalam keheningan. Waktu berjalan perlahan memeluk cakrawala. Di situlah puisi alam terukir dalam jingga. Angin sepoi-sepoi membisik rahasia,  daun-daun berguguran, merentangkan perpisahan. Di kejauhan burung-burung bernyanyi untuk mengantar senja berganti malam. Cinta pun bersemi di antara bayangan. Di bawah langit yang memerah. Setiap senja adalah janji keabadian, Kenangan indah yang tak lekang oleh waktu.

PEREMPUAN

  Kamu perempuan, tidak perlu berpendidikan  tinggi. Apalagi berpengetahuan luas nikmatilah dapurmu. Kamu perempuan, duniamu sempit saja. Sebatas katak dalam tempurung ; tidak perlu keluar berkelana. Terdengar seperti kutukan bukan ? Tapi,  aku,  kamu, kita memang perempuan. Dari rahimku, rahimmu, terdapat nyawa berkehidupan. Kodrat yang katanya milik kita, lantas kenapa kita tak bisa hidup dengan layak.  Tapi, aku, kamu, kita memang perempuan. Bebas memanglah bukan milik kita. Sejak kapan kita dikutuk begini ? Hidup bagai dipenjara,  dipasung, dan dirantai oleh  dunia. Masih seperti itukah, kemerdekaan perempuan yang telah  dikorbankan oleh Kartini kita ? “Habis gelap terbitlah terang” Maukah kamu wahai perempuan sekalian mengikrarkan kembali kemerdekaan itu ? Aku, kamu, kita semua perempuan   dengan ini mengikrarkan kembali. Kemerdekaan perempuan untuk tanah air Indonesia.