Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2022

Derai Hujan

Rintik hujan jatuh dengan bernada. Aku melewatinya dengan penuh keriaan. Meski percikannya yang kian menderas diri. Setetes hujan ternyata memberi kita kenangan. Mereka bilang hujan itu menyenangkan. Dia dapat membawa rindu yang dulu pernah ada.  Makna hujan begitu dalam bagi setiap orang. Berteduh darinya bahkan membawa cerita dulu yang sendu. Rintiknya menghanyutkan jiwa.  Menyesatkan raga dalam alirnya. Dan membawa suka dalam diri. Pikirku, mungkin langit sedang rindu dengan buminya. Hingga akhirnya ia  memutuskan untuk melepaskan kerinduan itu. Lewat tetes-tetes hujan yang diberinya. Bumi pasti bahagia dengan cara langit menyampaikan rindu. Baginya, meski kata tak terucap. Namun, selaksa makna telah terjawab sudah.

Sang Waktu

Dirimu yang saat ini lapuk dalam perih. Coba disapa waktu untuk tidak melirih lagi. Kasihan diri yang sedang berluka itu.  Dukanya begitu dalam untuk dijawab  waktu. Sendiri meratap diri. Meski sang waktu terus bergilir. Dia selalu hanyut dalam dirinya. Harapnya tak lagi berpihak. Arahnya tak lagi ada. Inginnya menghilang begitu saja. Bahkan asanya tak lagi disini.  Perihal pilu siapa yang mau. Tak ada yang menginginkan sunyi. Sepi dalam kelaraannya. Pasti selalu ada kehampaan yang menjadi ruang. Malangnya ternyata telah abadi. Haru itu tak lagi bisa pulih. Sebab jiwanya diselimuti nestapa yang dalam. Sang waktu hanya meminta untuk berlindung sekejap. Bersama hari yang terus berlalu. Pasti selalu akan ada rasa yang berlarut juga. Waktu saat ini hanya bisa berjanji padanya. Pada dirinya yang berduka. Pasti akan ada pulih yang datang. Bersama rasa yang akan menyembuhkan deritanya.