Tidak kutemukan petunjuk arah di pelabuhan tempat kapal berlabuh. Namun, aku tetap memilih berlayar mengarungi samudra melewati pasang surut lautan. Kala itu, aku masih bisu tak berdaya. Tidak kutemukan tepi di antara batas gundah gulana meski riuh suara bumi terdengar. Masih bayang yang hadir jauh di pelupuk mata bersama kapal yang karam dibentur-bentur oleh ombak lautan. Menepikan rasa tak terhingga. Menitipkan luas cinta sampai sejauh mata memandang dari beribu bantaran keyakinan.
Jadilah bersinar seperti bintangku💫