Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2022

JUNIKU BERAKHIR

Juni ini penuh luka. Tak seharusnya aku terus berlari. Sesekali mungkin harus berhenti. Jiwa dan ragapun berkata demikian. Meskipun kenyataannya aku tetap harus berlari sebab tak bisa berhenti.  Bahkan  juni membuatku lupa bahwa aku telah berjuang begitu keras. Sampai perjuangan itu nyatanya jadi tak berarti. Dengan aku yang tak pernah berhenti untuk berlari sekalipun.  Semakin berdiri ternyata semakin sulit. Kiraku diri ini kuat. Ternyata juga lemah. Entahlah, mungkin diri terlalu memaksa. Atau mungkin aku yang lagi-lagi tak beruntung. Kau tau apa yang menjadikan juni ini kembali memberi luka ? Aku yang harus gagal lagi. Mungkinkah aku harus tak menyerah lagi untuk kesekian kalinya. Rasanya menyerah telah menjadi jiwaku. Namun, semakin tak menyerah ternyata semakin membuat sulit raga ini.  Kepada kita yang selalu merasa gagal, apakah bisa sekali saja kita menyerah ? Juni terlalu memberi luka yang dalam. Mungkin kita bisa cerita lagi tentang kegagalan ini. Tepatnya s...