Pada waktu yang mengantarkan
aku bertemu kamu.
Di antara keramain yang
hanya menghadirkan sunyi.
Ketika itulah terdapat kamu
yang datang menghampiri.
Bagaikan angin yang
merayu dedaunan.
Kehadiranmu mampu
menjadikanku tersipu malu.
Sejuknya angin yang menyentuh daun,
sama seperti sapaanmu.
Sejenak terpaut kenangan
pertama saat kita bertemu.
Pada pertemuan itulah
kamu seperti angin.
Dan aku menjadi daun yang
berhasil di pertemukan semesta.

Komentar
Posting Komentar