Bagi renjani tidak ada cinta yang sia-sia
Selayaknya kata yang hadir dengan sejuta makna
Selalu ada ingin untuk setiap harap yang hadir
Dititipkannya bersama rindu tanpa batas
Melalui lembar bukunya yang ditulis
Tetapi tidak dapat disuarakannya begitu saja
Renjani terus berjalan pada rasanya
Bersama kertas dan pena yang selalu dibawanya
Untuk menuliskan besar cinta pada harapannya
Hingga ia menemukan bahwa ternya lilinpun dapat padam
Sebab terlalu lama memberikan penerangan
Kemudian tanpa sadar lenyap memberikan gelap
Semakin terdalam ternyata renjani semakin terluka
Renjani menitipkan pesan untuk terus berjalan
Meski melewati rasa yang berantakan itu
Dalam akhir lembarannya tertuliskan kata “Pamit”
Ternyata rasa itu hanya sebatas tulisan dari renjani
Teruntuk harapnya yang tak bisa disuarakan

Komentar
Posting Komentar