Dirimu yang saat ini lapuk dalam perih. Coba disapa waktu untuk tidak melirih lagi. Kasihan diri yang sedang berluka itu.
Dukanya begitu dalam untuk dijawab waktu. Sendiri meratap diri. Meski sang waktu terus bergilir. Dia selalu hanyut dalam dirinya.
Harapnya tak lagi berpihak. Arahnya tak lagi ada. Inginnya menghilang begitu saja. Bahkan asanya tak lagi disini.
Perihal pilu siapa yang mau. Tak ada yang menginginkan sunyi. Sepi dalam kelaraannya. Pasti selalu ada kehampaan yang menjadi ruang.
Malangnya ternyata telah abadi. Haru itu tak lagi bisa pulih. Sebab jiwanya diselimuti nestapa yang dalam.
Sang waktu hanya meminta untuk berlindung sekejap. Bersama hari yang terus berlalu. Pasti selalu akan ada rasa yang berlarut juga.
Waktu saat ini hanya bisa berjanji padanya. Pada dirinya yang berduka. Pasti akan ada pulih yang datang. Bersama rasa yang akan menyembuhkan deritanya.

Komentar
Posting Komentar