Bahkan juni membuatku lupa bahwa aku telah berjuang begitu keras. Sampai perjuangan itu nyatanya jadi tak berarti. Dengan aku yang tak pernah berhenti untuk berlari sekalipun.
Semakin berdiri ternyata semakin sulit. Kiraku diri ini kuat. Ternyata juga lemah. Entahlah, mungkin diri terlalu memaksa. Atau mungkin aku yang lagi-lagi tak beruntung.
Kau tau apa yang menjadikan juni ini kembali memberi luka ?
Aku yang harus gagal lagi. Mungkinkah aku harus tak menyerah lagi untuk kesekian kalinya. Rasanya menyerah telah menjadi jiwaku. Namun, semakin tak menyerah ternyata semakin membuat sulit raga ini.
Kepada kita yang selalu merasa gagal, apakah bisa sekali saja kita menyerah ?
Juni terlalu memberi luka yang dalam. Mungkin kita bisa cerita lagi tentang kegagalan ini. Tepatnya setelah juni ini berakhir nanti.
Maaf harus gagal lagi🙂

Komentar
Posting Komentar