Makhluk lain rupanya nampak beruntung. Mereka menikmati hujan hari ini. Buktinya banyak tawa kecil para manusia terdengar dari sudut bumi seblah sana. Namun kenapa berbeda denganku. Entahlah aku benar-benar sedang tidak baik-baik saja. Lebih keperasaan ingin pergi sejauh mungkin dari tempatku berpijak sekarang dan meruap bersama waktu yang terus berlalu.
Teruntuk kepada sang pemilik cakrawala dapatkah aku mengadu. Tentang diriku yang kehilangan arah untuk menapak. Tentang aku yang hancur karena rapuh. Tentang aku yang luka karena rasa. Dapatkah aku mengadu padamu tentang semua itu.
Kisahku yang hari ini pasrah ditelan asa. Kurasa tak pantas aku menunjukkan diri. Namun, sepertinya hujan yang membasahi ragaku seolah menyertakan jawaban darimu. Hidupku juga adalah anugrah. Aku dan hujan yang hari ini turun adalah berkah yang diturunkan langit darimu.
Kita haruslah bersyukur bukan. Kedinginan yang tercipta setelah hujan deras sangat menusukku. Seolah memberi arti bahwa kau harus menerima kenyataan. Tetapi bukan itu makna yang paling berarti bagiku, namun kehangatan yang hadir setelahnya.
Aku masih memiliki kesempatan. Sama seperti kehangatan yang datang setelah dingin menusuk diri. Selalu ada jalan untuk kamu yang tidak pernah menyerah. Sepertinya ragaku harus benar-benar kuat memeluk jiwa yang rentan ini.
Terimakasih, teruntuk sang pemilik Cakrawala💙
Komentar
Posting Komentar