Kamu perempuan,
tidak perlu berpendidikan tinggi.
Apalagi berpengetahuan luas
nikmatilah dapurmu.
Kamu perempuan,
duniamu sempit saja.
Sebatas katak dalam tempurung ;
tidak perlu keluar berkelana.
Terdengar seperti kutukan bukan ?
Tapi, aku, kamu,
kita memang perempuan.
Dari rahimku, rahimmu, terdapat nyawa berkehidupan.
Kodrat yang katanya milik kita,
lantas kenapa kita tak bisa hidup dengan layak.
Tapi, aku, kamu,
kita memang perempuan.
Bebas memanglah bukan milik kita.
Sejak kapan kita dikutuk begini ?
Hidup bagai dipenjara,
dipasung, dan dirantai oleh dunia.
Masih seperti itukah,
kemerdekaan perempuan yang telah
dikorbankan oleh Kartini kita ?
“Habis gelap terbitlah terang”
Maukah kamu wahai perempuan sekalian
mengikrarkan kembali kemerdekaan itu ?
Aku, kamu, kita semua perempuan
dengan ini mengikrarkan kembali.
Kemerdekaan perempuan untuk tanah air Indonesia.

Komentar
Posting Komentar