Langsung ke konten utama

MANUSIA BERSAYAP


Tulisan kali ini bukanlah sebuah puisi yang indah. Bukanlah sebuah kalimat yang bermakna. Serta bukanlah sebuah kata yang sempurna untuk dipersembahkan. Anggaplah tulisan ini hanya sekadar sebuah khayalan dalam tidurmu disetiap malam. Mimpi indah yang jika bisa kau minta kepada Tuhan.

Menjadi manusia yang bersayap. Terbang bebas di angkasa menuju langit tak terbatas. Menyusuri segala keajaiban dunia. Sembari berbagi cerita pada waktu dalam perjalanan itu bahwa inilah mimpiku. Memiliki sayap-sayap yang membawaku pergi kemana saja dalam hidup ini. 

Tulisan ku begitu fiksi untuk dinikmati. Aku seorang manusia bersayap dari Negeri Biru yang mencari bintang paling bersinar  di luar angkasa sana. Perjalan panjang yang membawaku pergi. Mungkin akan sulit untukku kembali sebelum menemukan bintang itu.

Sayap-sayapku membawa aku jauh terbang dan tak sempat memberikan petanda pada setiap arah yang telah kulewati. Hingga akhirnya aku melupakan jalan untuk kembali pulang ke Negeri Biru. Hanya dengan menemukan bintang itu yang mampu menerangi lagi setiap arah jalanku. Namun, sayangnya aku harus terbangun dari tidurku dan mengakhiri mimpi indah itu. 

Selamat tinggal Negeri Biru dalam tidurku. Perjalananku akan lebih lama dalam dunia ini. Kelak akan kubawakan bintang itu untuk dapat menerangimu. Sampai bertemu di mimpi-mimpi berikutnya agar aku bisa melanjutkan perjalanan itu lagi. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pada Awal dan Akhir Puisiku

  Aku berada dalam setiap sajak yang hadir untuk menemani masa di awal puisi yang tercipta untukmu. Selagi sajakku ada, maka aku akan tetap bernafas memberi hidup pada puisi-puisi yang tercipta.  Maka bacalah sajakku, Di antara waktu-waktu yang berkenan kau kehendaki. Aku akan selalu ada dalam setiap masa untuk menciptakan puisi untukmu meski di waktu-waktu terakhir sekalipun. Puisiku akan selalu hidup  menemanimu dengan tahun-tahun yang lebih lama lagi. Maka berusahalah untuk tetap hidup sampai nanti waktunya, agar masih dapat kau baca setiap sajakku.  

KENANGAN KOTA BOGOR

Sejenak Bogor menjadi pelarian. Bersembunyi dari bayang-bayang kejam dunia. Meski awalnya tak semeyenangkan itu. Tetapi Bogor ternyata mampu mengembalikan tawa kita yang tulus. Tidak benar-benar utuh seperti semula. Namun nyawaku kembali bersama orang-orang yang memiliki tawa yang sama. Rasanya ingin aku abadi disini.  Bogor, kelak tolong berikan aku alasan untuk kembali. Berikan aku pilihan untuk bisa mendatangimu. Sederhana saja inginku untuk bisa bertemu lagi.  Kutitipkan separuh nyawaku disini. Biarlah dia selalu bisa menikmti hujanmu dengan tulus. Sehingga tidak perlu merasa bahwa hujan semenyedihkan itu. Mungkin akan lama waktuku menemui pergi. Kereta untuk menjemputku tiba. Tak harus ada tangis yang menemani. Bogor sudah mengajarkan bagaimana cara kita tertawa lagi. 

Diantara Tangisan Pluto

Jauh di alam semesta sana Terdapat bintang paling kecil  Ikut berlarian bersama bintang-bintang lainnya  Cahayanya bisa terang bisa meredup Dulu, dia begitu bahagia di alam semesta Hingga pada akhirnya, dibuang dan dicampakan Dulu, dia yang sering tertawa pada alam semesta Sampai pada akhirnya, menangis dan menderita Dunia mengusirnya untuk pergi Mengutuknya pada kesendirian Mencampakannya dengan kesunyian  Menghapusnya  dalam tulisan sejarah  Selamanya dia akan jauh Tak akan pernah terjangkau Perlahan terlupakan  Bahkan, Meskipun kematiannya datang  "Mungkinkah, Tuhan juga bisa menciptakan kesiasiaan ?" Tanyanya pada semesta